DIALEKTIKA KEBUDAYAAN DAN PENDIDIKAN KRISTEN DALAM MEMBANGUN KOMUNITAS BERIMAN INKLUSIF
Keywords:
dialog, inklusivitas, kebudayaan, komunitas beriman inklusif, pendidikan kristen.Abstract
Artikel ini mengkaji dialektika antara kebudayaan dan pendidikan Kristen dalam membangun komunitas beriman yang inklusif di tengah masyarakat majemuk. Pendidikan Kristen sering berada dalam ketegangan antara menjaga identitas iman dan merespons keragaman budaya, sehingga berisiko jatuh pada eksklusivisme dan prasangka terhadap “yang lain”. Penelitian ini menggunakan jenis studi pustaka dengan analisis berupa konten analisis dan tematik terhadap literatur teologis, pedagogis, dan sosiologis yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebudayaan tidak semata-mata menjadi ancaman, tetapi ruang dialog tempat Injil mengafirmasi, mengkritik, dan mentransformasi nilai-nilai budaya. Dialektika ini menjadi dasar bagi perumusan prinsip-prinsip pendidikan Kristen yang inklusif, seperti dialog, keadilan, keramahtamahan, dan penghargaan terhadap keragaman. Secara teoretis, artikel ini memperkaya wacana teologi kebudayaan dan pendidikan Kristen; secara praktis, memberikan arah bagi gereja dan lembaga pendidikan Kristen dalam merancang pendidikan yang mendukung terwujudnya komunitas beriman yang terbuka dan bersahabat dengan perbedaan.







