PENDIDIKAN NILAI EMPATI BERBASIS BUDAYA MELUKADE: PERAN PASTORAL KONSELING DALAM MENDAMPINGI KELUARGA BERDUKA
Keywords:
empathy,, melukade , local culture , pastoral counseling , bereavementAbstract
Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana pendidikan nilai empati berbasis budaya melukade sebuah tradisi kedukaan yang sarat makna solidaritas dapat menjadi landasan dalam pendampingan pastoral konseling bagi keluarga berduka. Kajian teoretik mengacu pada konsep pendidikan karakter, teori empati dalam perspektif pastoral konseling, serta pemaknaan budaya melukade sebagai medium pembentukan kesadaran emosional dan spiritual. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur budaya lokal serta analisis praktik pastoral konseling dalam konteks duka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya melukade tidak hanya berfungsi sebagai ritual kultural, tetapi juga sebagai sarana edukatif yang menumbuhkan empati, kebersamaan, dan kekuatan spiritual bagi keluarga yang mengalami kehilangan. Pendekatan pastoral konseling yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal terbukti memperkuat proses pemulihan emosi, memberikan penguatan iman, serta membangun relasi sosial yang suportif di dalam komunitas. Kesimpulannya, pendidikan nilai empati melalui budaya melukade menjadi model yang efektif dan kontekstual bagi pelayanan pastoral dalam mendampingi keluarga berduka, sekaligus memperkaya pemahaman teologis mengenai kesembuhan holistik.







