PENGUATAN KARAKTER KRISTIANI REMAJA GENERASI Z MELALUI EDUKASI ANTI-BULLYING BERBASIS PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI GMIBM TIMOTIUS PUSIAN BARAT

Authors

  • Devis Oktavianus Pinontoan Institut Agama Kristen Negeri Manado Author
  • Jaglin Pombayowo Institut Agama Kristen Negeri Manado Author
  • Devis Oktavianus Pinontoan Institut Agama Kristen Negeri Manado Author
  • Alfrendow Ansu Institut Agama Kristen Negeri Manado Author
  • Marsya Aror Institut Agama Kristen Negeri Manado Author

Keywords:

karakter kristiani, generasi Z, anti bullying, pendidikan agama kristen, pengabdian kepada masyarakt

Abstract

Bullying pada remaja Generasi Z merupakan persoalan yang semakin kompleks, terutama dengan meluasnya cyberbullying melalui platform digital yang menjadi ekosistem utama generasi ini. Fenomena tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan mental dan sosial korban, tetapi juga mencerminkan krisis karakter yang memerlukan respons dari berbagai pihak, termasuk gereja. Artikel ini mendokumentasikan dan merefleksikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di GMIBM Timotius Pusian Barat, dengan fokus pada edukasi anti-bullying berbasis Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai upaya penguatan karakter Kristiani remaja Generasi Z. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, permainan peran, dan refleksi berbasis Alkitab, dengan melibatkan 30 remaja berusia 13–19 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai bentuk-bentuk bullying secara signifikan, serta tumbuhnya kesadaran nilai Kristiani seperti kasih, empati, pengampunan, penghargaan terhadap martabat manusia, dan tanggung jawab sosial. Edukasi anti-bullying berbasis PAK terbukti mampu memperkuat karakter remaja sekaligus memotivasi mereka untuk menjadi agen perdamaian di tengah komunitas gereja dan lingkungan pergaulannya.

References

Boehlke, R. R. (2011). Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktik Pendidikan Agama Kristen: Dari Yohanes Amos Comenius hingga Perkembangan PAK di Indonesia. BPK Gunung Mulia.

Coloroso, B. (2007). Stop Bullying: Memutus Rantai Kekerasan Anak dari Prasekolah hingga SMU. Serambi Ilmu Semesta.

Groome, T. H. (2011). Christian Religious Education: Sharing Our Story and Vision. Jossey-Bass.

Olweus, D. (1993). Bullying at School: What We Know and What We Can Do. Blackwell.

Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill EducatioR.

Sidjabat, B. S. (2014). Mengajar Secara Profesional: Mewujudkan Visi Guru Profesional. Kalam Hidup.

Twenge, J. M. (2017). iGen: Why Today's Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy—and Completely Unprepared for Adulthood. Atria Books.

Turkle, S. (2015). Reclaiming Conversation: The Power of Talk in a Digital Age. Penguin Press.

Dewi, N. R., & Ariyanto, A. (2022). Pengaruh edukasi anti-bullying terhadap sikap dan perilaku siswa SMP: Sebuah tinjauan sistematis. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 8(1), 45–58. https://doi.org/10.26858/jpkk.v8i1.24513

Gunawan, Y., & Situmorang, D. B. M. (2020). Pendidikan Agama Kristen dan pembentukan karakter peserta didik di era digital. Jurnal Pendidikan Agama Kristen Regula Fidei, 5(1), 1–15.

Kowalski, R. M., Giumetti, G. W., Schroeder, A. N., & Lattanner, M. R. (2014). Bullying in the digital age: A critical review and meta-analysis of cyberbullying research among youth. Psychological Bulletin, 140(4), 1073–1137. https://doi.org/10.1037/a0035618

Kristianto, P. L. (2019). Kontekstualisasi Pendidikan Agama Kristen dalam menghadapi tantangan zaman. Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani, 3(1), 17–28.

Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga. (2022). Laporan tahunan kasus kekerasan dan bullying pada anak dan remaja di Indonesia. Jurnal Perlindungan Anak, 10(2), 88–102.

Migliore, D. L. (2014). The theological basis for human dignity and its implications for Christian education. Journal of Christian Education, 57(1), 5–20.

Polanin, J. R., Espelage, D. L., & Pigott, T. D. (2012). A meta-analysis of school-based bullying prevention programs' effects on bystander intervention behavior. School Psychology Review, 41(1), 47–65.

Smokowski, P. R., & Kopasz, K. H. (2005). Bullying in school: An overview of types, effects, family characteristics, and intervention strategies. Children and Schools, 27(2), 101–110. https://doi.org/10.1093/cs/27.2.101

Swearer, S. M., & Hymel, S. (2015). Understanding the psychology of bullying: Moving toward a social-ecological diathesis–stress model. American Psychologist, 70(4), 344–353. https://doi.org/10.1037/a0038929

UNESCO. (2019). Behind the numbers: Ending school violence and bullying. UNESCO Report. https://doi.org/10.54675/FXQQ3502

Wijaya, H. (2022). Pendidikan Agama Kristen dan tantangan digital bagi Generasi Z: Sebuah tinjauan pedagogis-teologis. Jurnal Shanan, 6(1), 55–72.

Yohanes, P., & Wulandari, S. (2021). Peran gereja dalam mencegah bullying di kalangan remaja: Studi kasus jemaat Kristen di Sulawesi Utara. Jurnal Teologi dan Pelayanan, 9(2), 113–130.

Downloads

Published

2026-07-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

PENGUATAN KARAKTER KRISTIANI REMAJA GENERASI Z MELALUI EDUKASI ANTI-BULLYING BERBASIS PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI GMIBM TIMOTIUS PUSIAN BARAT. (2026). ESAWAYA: Jurnal Manajemen, Kepemimpinan Dan Mutu Pendidikan, 3(1), 40-49. https://journal.gknpublisher.net/index.php/esawaya/article/view/819