PERAN GEREJA DALAM PENDIDIKAN KESADARAN DINI TENTANG PERNIKAHAN MUDA MELALUI PASTORAL KONSELINGPastoral Konseling”
Keywords:
Gereja, Pastoral Konseling, Pendidikan Kristiani, Pernikahan Muda, Pembinaan RemajaAbstract
Pernikahan muda merupakan isu yang semakin mendapat perhatian dalam konteks sosial dan gerejawi karena berdampak signifikan terhadap perkembangan psikologis, mental, spiritual, dan ekonomi pasangan muda. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana gereja dapat berperan sebagai lembaga edukatif dan pastoral dalam memberikan pendidikan kesadaran dini mengenai pernikahan muda melalui pendekatan pelayanan pastoral konseling. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka yang memanfaatkan literatur Indonesia lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa gereja memiliki peran strategis sebagai pembimbing spiritual, pendidik moral, serta pendamping emosional bagi remaja dan pemuda agar mampu memahami makna pernikahan Kristen secara lebih matang. Pastoral konseling berfungsi sebagai sarana preventif yang menuntun individu melakukan refleksi, memahami kesiapan diri, mengelola dinamika relasi, dan mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang sebelum memasuki pernikahan. Simpulannya, gereja perlu mengembangkan model pembinaan dan konseling yang terstruktur, kontekstual, dan berkelanjutan agar pernikahan muda yang tidak sehat dapat diminimalkan.







